Hutan ku

Bumi Ku Telah Rusak


Bumi sebagai barang warisan nenek moyang, tetapi berupa pinjaman dari anak cucu. Barang pinjaman bukan berarti seperti meminjam sabun, dipakai untuk dihabiskan. Tetapi, bagai meminjam perhiasan dari tetangga, dipakai seperlunya sambil dipelihara, agar pada saatnya dikembalikan kepada si empunya, perhiasan itu tetap tetap mengkilat bersih. Sayangnya, kita memperlakukan bumi hanya sebagai warisan. Dengan semena-mena kita menguras dan mengeruk isi kekayaannya. Begitulah kalau barang warisan. Toh tidak ada yang melarang. Tak pernah si penerima warisan membayangkan betapa sakitnya dulu nenek moyangnya mengumpulkan dan mendapatkan benda yang diwariskannya. Akibatnya, kini bumi pinjaman ini sudah rusak. Kerusakan akibat teknologi dalam mempertahankan dan menyesuaikan diri terhadap lingkungan. Misalnya akibat penyedotan bahan bakar dari perut bumi, untuk keperluan energi, panas perut bumi meninggikan suhu permukaan. Panas ini dipertinggi lagi oleh pembakaran suhu pada lahan pertanian yang berpindah-pingah dan kegiatan industri.

Berdasarkan penelitian, diperkirakan suhu bumi akan meningkat pada pertengan abad ke-21 nanti sekitar 1,5-2,8 o C. Peningkatan ini cukup untuk mencairkan gunung-gunung es di Kutub Utara dan Selatan. Jika ini sampai terjadi, bencana banjir akan muncul di mana-mana, selokan-selokan akan meluap, berbagai bahan racun mengotori sumber air minum, panen pertanian gagal, penduduk kurang pangan, daya tahan tubuh berkurang, dan berbagai penyakit infeksi merajalela. Racun-racun akan merusak tatanan kehidupan di laut, danau-danau, serta sungai. Yang lebih buruk lagi, beberapa kepulauan akan tenggelam seperti Kepulauan Maldeives di Lautan Hindia.

Penelitian memperkirakan pada pertengahan abad mendatang, permukaan laut akan naik sekitar 70 cm. Keadaan ini sudah bisa menenggelamkan 16 persen dari daratan Mesir. Begitu juga tempat-tempat dengan ketinggian kurang dari 2 meter di atas permukaan laut, nanti akan tergenang. Lima macam keadaan yang dianggap bertanggung jawab dalam meningkatnya suhu bumi, yang disebut gas dari rumah-kaca (green house gases).

Pertama, robeknya lapisan ozon akibat sisa pembakaran kendaraan dan mesin-mesin. Ini dianggap meningkatkan suhu bumi 9 persen. Kedua, chloro fluorocarbon gas yang berasal dari alat-alat semprot (spray), air condition (AC) dan alat-alat pendingin lain. Ini dianggap menaikkan suhu bumi 20 persen. Robeknya lapisan ozon di atmosfer mengakibatkan sinar ultraviolet dari matahari yang sampai ke muka bumi, menimbulkan peningkatan kejadian penyakit kanker kulit dan penyakit kekeruhan lensa mata (katarak) pada usia yang relatif masih muda.

Ketiga, gas metan sebagai hasil dari pengolahan kotoran ternak dan sampah buangan manusia, meningkatkan suhu 19 persen suhu bumi.

Keempat, gas nitrous oksida (NO2) timbul akibat pengolahan secara alamiah humus-humus hasil dari penebangan hutan yang merajalela dan akibat penggunaan pupuk buatan yang menggunakan bahan nitrogen. Kelima, gas karbon dioksida (CO2) sebagai hasil dari pembakaran hutan dan sisa-sisa pengeboran minyak, menaikkan setengah dari peningkatan suhu bumi.

Sulfur dioksida (SO2) hasil pembakaran batu bara, akan membentuk endapan asam bila bercampur dengan uap air, akan merusak ekosistem dengan berbagai akibat pada kesehatan manusia. Serta berbagai bahan yang mencemari lingkungan dan merusak kesehatan seperti: sisa-sisa air raksa (mercury) dapat mematikan. Timah dapat mengakibatkan kelainan mental. Biphenil poli chlorinated bersifat teragonik, mutagenic, dan carcinogenic. Berbagai bahan radioaktif yang berhubungan dengan penyakit kanker (ingat peristiwa kebocoran reaktor nuklir di Bopal India dan Chernobil di Uni Soviet).

Peningkatan suhu bumi juga mengakibatkan berbagai pe­nyakit infeksi dan parasit yang tadinya tidak ada. Ini timbul sebagai akibat perubahan habitat serangga ke daerah yang iklimnya berubah dari dingin ke panas. Seperti penyakit malaria dan berbagai penyakit yang diakibatkan vektor serangga.

Penyakit-penyakit yang berkaitan dengan peningkatan suhu juga meningkat (seperti heat stroke dan heat exhaustion). Misalnya di bagian barat Kanada, suhu berubah dari 2o C ke ?20oC dalam hanya beberapa jam. Berarti di daerah-daerah lain juga perlu dipikirkan akan kemungkinan kejadian serupa. Sehingga, perlu sejak kini kesehatan mempersiapkan alat yang disebut cooling unit untuk mengatasi penyakit-penyakit yang berkaitan dengan suhu. Dan sudah barang tentu mempersiapkan tenaga yang ahli untuk mengoperasikannya. Di USA dalam setahun, meninggal 40.000 orang akibat penyakit-penyakit yang berhubungan dengan peningkatan suhu ini.

Di samping peningkatan suhu bumi akibat ulah manusia, juga timbul berbagai bahan yang merupakan polusi bagi lingkungan. Misalnya chloro fluorocarbon, sebagai limbah industri. Diperkirakan setiap orang di negara industri menghasilkan 3,2 ton gas CO2 ke bumi. Jumlah ini empat kali lipat yang rata-rata dihasilkan oleh orang-orang dari negara berkembang. Rasanya naif sekali bila perusakan lingkungan dan peningkatan suhu bumi dikatakan sebagai ulah negara-negara berkembang.

Data lain menunjukkan satu dari 17 orang yang meninggalkan di Polandia adalah akibat bahan polusi ini. Usia anak-anak dan usia jompo tam­paknya merupakan golongan penduduk yang peka terhadap perubahan-perubahan lingkungan ini. Pencemaran lain, yang tidak kalah bahayanya, bahan-bahan yang menimbulkan alergi hingga meninggikan kejadian penyakit saluran pernapasan.

Usaha-usaha yang perlu dilakukan bersama

Pertama, menghemat penggunaan energi. Kedua, manfaatkan sumber energi lain di luar BBM, seperti angin, ombak laut, panas bumi, panas matahari, dan lain-lain. Ketiga, Kendalikan pertambahan penduduk. Hingga produksi limbah yang mengotori lingkungan akan terkendali. Agaknya ini harus bersama-sama dengan keberhasilan usaha menurunkan angka kematian usia anak masih tinggi? Hingga keluarga-keluarga masih selalu dihantui kekhawatiran kehilangan anak.

Keempat, usahan pengurangan produksi karbon dioksida (CO2), dengan mencegah pembakaran hutan dan mengurangi produksi kendaraan bermotor yang menggunakan bahan bakar minyak. Kelima, menyadari masih rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai pemeliharaan kesehatan lingkungan. Untuk ini perlu penyuluhan yang berkelanjutan oleh tenaga profesional. Penyuluhan ditujukan pada masyarakat di negara maju dan golongan ekonomi mampu.

Dari penelitian para ahli terbukti bahwa negara maju dan masyarakat mampu ternyata yang paling berperan dalam produksi gas-gas rumah kaca (green houses gases) yang disebut di atas. produksi gas CO2 per penduduk dalam setahun, oleh negara maju dua kali lipat dari yang dihasilkan penduduk dari negara berkembang.

Keenam, meskipun negara berkembang masih berjuang mengatasi kemiskinan pengetahuan mengenai kesehatan yang masih kurang, penyediaan air bersih dan makanan yang sehat dan seimbang, penyehatan lingkungan juga sudah mendesak untuk diatasi. Ketujuh, peranan pihak penguasa ditingkatkan. Kini terasa lemahnya peraturan, sanksi dan penghargaan yang ada dalam pelanggaran dan usaha-usaha kebersihan lingkungan.

 

About Hijaukubumiku

Jangan Pernah berhenti Untuk memperkecil Kerusakan lingkungan Satu Pohon seribu Kehidupan

Diskusi

6 thoughts on “Bumi Ku Telah Rusak

  1. Save our earth..

    Posted by allfine | 14/04/2011, 4:04 am
  2. mari menanam pohon…..😀

    Posted by Mabruri Sirampog | 17/04/2011, 2:26 am
  3. krn kerusakan yg manusia buat, makax cuaca skrg jd tak menentu..”Telah tampak kerusakan di laut dan di darat akibat ulah manusia itu sendiri” (Al-qur’an)

    Posted by amisha syahidah | 20/04/2011, 3:51 am

Coretan Dinding

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Coretan Dinding

%d blogger menyukai ini: