Potret Indonesia

Daftar kecelakaan pesawat di Indonesia


29 Maret 1979 Pesawat Twin Otter Merpati Nusantara Airlines jatuh di Gunung Tinombala dalam perjalanan dari Palu ke Tolitoli, Sulawesi Tengah, dengan 13 orang korban tewas.

6 Maret 1979

Garuda Indonesia Penerbangan 553 adalah pesawat Fokker F-28 Garuda Indonesia yang sedang dalam penerbangan tanpa penumpang dari Denpasar menuju Surabaya dan menabrak lereng Gunung Bromo di ketinggian 6.200 kaki. Keempat awaknya tewas.

11 Juli 1979

Sebuah pesawat Fokker F-28 Garuda Indonesia terlibat musibah pada 11 Juli 1979. Pesawat bernama Mamberamo itu dalam penerbangan dari Bandara Talang Betutu (Lampung) menuju Medan dipiloti Kepten A.E. Lontoh menabrak dinding Gunung Pertektekan, anak Gunung Sibayak dalam pendekatan (approaching) untuk mendarat di Bandara Polonia, Medan. 4 awak dan 57 penumpangnya tewas.

Pada 11 Juli 1979 sebuah Fokker F28-100 milik Garuda Indonesia menabrak Gunung Pertektekan; 64 orang tewas.

4 April 1987 sebuah pesawat DC-9 milik Garuda Indonesia PK-GNQ jatuh dan terbakar di landasan bandara; 26 meninggal.

20 September 1981 – DC-9 Porong Garuda mendarat darurat akibat kerusakan mesin; penumpang dan awaknya selamat.

13 Januari 1980 DC-9 Garuda yang rusak berat akibat mendarat keras di Banjarmasin

20 September 1981

Pesawat DC-9 Garuda Indonesian mendarat darurat akibat kerusakan mesin, sewaktu mendarat kedua ban belakang kiri pecah mengakibatkan pelek ban menghunjam landasan hingga sulit dipindahkan. Tak ada korban jiwa.

20 Maret 1982

Pesawat Garuda Indonesia jenis Fokker F-28 PK-GVK mendarat dalam cuaca hujan lebat, mengalami overrun dan tercampak ke areal persawahan di luar Bandara Branti, Bandar Lampung, Indonesia. 4 awak dan 23 penumpang tewas.

11 Juni 1984 DC-9 lainnya, patah dua di landasan Kemayoran sewaktu mendarat setelah terbang ferry, tidak ada korban.

30 Desember 1984 DC-9 Garuda patah tiga di rawa-rawa akibat overshoot waktu mendarat di bandar udara internasional Ngurah Rai, Bali tidak menelan korban

20 November 1985 sebuah pesawat C-130H-MP Hercules milik TNI AU bernomor AI-1322 jatuh menjelang pendaratan setelah menabrak dinding pegunungan Sibayak, menewaskan 10 awaknya.

4 April 1987 Pesawat DC-9 Garuda Indonesian PK-GNQ jatuh dan terbakar di landasan Bandara Polonia menewaskan 26 awak dan penumpang serta 19 orang luka berat. Pada ketinggian 1.700 kaki menjelang mendarat, pesawat mengalami gangguan dalam cuaca buruk, hujan, kilat dan angin berkecepatan 4 knot.

1 Februari 1988 Pesawat  HS 748 PK-HISmilik maskapai Bouraq Airlines    mengalami tire blown out  pada nose wheel pada saat landing di Gorontalo. 5 Crew dan 28 penumpang selamat.

26 September 1997 di mana Garuda Indonesia GA 152 jenis Airbus A300-200 jatuh di kawasan perladangan warga di Desa Buah Nabar, Kec. Sibolangit, Kab. Deli Serdang, sekitar 50 kilometer dari Medan, Indonesia. Penyebab jatuh diduga karena kesalahan petugas air traffic control (ATC) saat membimbing pilot Hance Rahmowiyogo keluar dari kabut asap 15 menit sebelum mencapai Bandara Polonia dalam penerbangannya dari Jakarta; jumlah korban 234 orang.

18 Juni 1988 VC-828  Merpati Nusantara dari Jakarta tujuan Polonia, Medan mendarat darurat di landasan rumput akibat kerusakan pada sistem hidrolik pendaratnya. Ke-67 penumpang dan lima awaknya selamat.

30 Januari 1993 sebuah pesawat SC-7 Skyvan Pan Malaysia Air Transport beregistrasi 9M-PID jatuh di kawasan hutan Aceh Timur setelah lepas landas dari Polonia; 11 penumpang dan lima awak meninggal.

4 April 1987 Pesawat DC-9 Garuda Indonesian PK-GNQ jatuh dan terbakar di landasan Bandara Polonia menewaskan 26 awak dan penumpang serta 19 orang luka berat. Pada ketinggian 1.700 kaki menjelang mendarat, pesawat mengalami gangguan dalam cuaca buruk, hujan, kilat dan angin berkecepatan 4 knot.

1 Februari 1988 Pesawat  HS 748 PK-HISmilik maskapai Bouraq Airlines    mengalami tire blown out  pada nose wheel pada saat landing di Gorontalo. 5 Crew dan 28 penumpang selamat.

18 Juni 1988 VC-828  Merpati Nusantara dari Jakarta tujuan Polonia, Medan mendarat darurat di landasan rumput akibat kerusakan pada sistem hidrolik pendaratnya. Ke-67 penumpang dan lima awaknya selamat.

Tahun 1990 – 1999 mencatat 55 kecelakaan. Sebanyak 36 kecelakaan membawa korban jiwa sebanyak 888 orang, dengan kecelakaan terbesar dialami Garuda Indonesia dengan armada Airbus A300-200 dengan kode penerbangan PK-GAI yang jatuh di Medan pada 26 September 1997. Jumlah korban jiwa: 234 jiwa.

Periode 2000 – Mei 2009 mencatat 44 kecelakaan. Sebanyak 26 kecelakaan membawa korban jiwa sebanyak 555 orang, dengan kecelakaan terbesar dialami Mandala Airlines dengan armada Boeing 737-200 dengan kode penerbangan PK-RIM yang jatuh di Medan pada 5 September 2005. Kecelakaan ini disebabkan oleh ekor pesawat yang menabrak pagar pembatas karena kehabisan landasan take off, yang kemungkinan besar disebabkan oleh over weight beban pesawat. Jumlah korban jiwa adalah 145 orang.

2 Januari 1990 Pesawat CASA C212 PK-PCM milik Pelita Air Services mengalami masalah pada mesin saat berada dil Laut Jawa, pilot memutuskan ditching (mendarat di laut) namun gagal dan tenggelam. 3         crew dan 13 penumpang tewas.

25 Januari 1990 Pesawat HS 74 PK-OBW milik Airfastmenabrak gunung Sangkareang, Lombok karena cuaca buruk. 3crew dan 16penumpang meninggal.

9 Mei    1991 Pesawat Fokker F27 PK-MFD milik Merpati Nusantara terbang dalam kondisi cuaca tidak baik dan menabrak gunung Kelabat, Manado. 5 crew dan 8 penumpang meninggal.

24 Juli 1992 Pesawat Vickers Viscount VC-8 milik Mandala kehilangan komunikasi saat mendarat menyebabkan pesawat menabrak dataran tinggi barat daya bandara Patimura airport. Menewaskan 7 crew dan 63 penumpang.

28-Aug  1992 Pesawat Vickers Viscount VC-8PK-IVX         milik Bouraq Airlines terbakar setelah landing di bandara Syamsuddin Noor, Banjarmasin.23 orang cedera.

18 Oktober 1992 Pesawat CN 235 PK-MNN milik Merpati Nusantara, menabrak gunung Puntang, Garut.   4 crew                dan 27penumpang meninggal.

9 Januari 1993 Pesawat HS 748   PK-IHE  milik Bouraq Airlines mengalami kebakaran pada mesin kanan setelah mendarat dibandara Juanda, Surabaya. 23 orang cedera dan 16 orang meninggal.

31 Januari 1993 Pesawat SC-7 Skyvan Pan Malaysia Air Transport beregistrasi 9M-PID hilang 35 menit setelah lepas landas dari Polonia. Pesawat dengan 11 penumpang dan 3 awak jatuh di kawasan hutan Aceh Timur, hingga kini belum ditemukan reruntuhannya.

1 Juli 1993 Pesawat Fokker F-28 milik Merpati Nusantara mengalami musibah di Sorong saat akan mendarat di Bandar Udara Jefman. Pesawat terbang terlalu rendah dan salah jalur, menabrak bukit kecil setinggi pohon kelapa, mematahkan pesawat menjadi tiga bagian. 41 orang tewas dan dua cedera

25 April 1994 Pesawat BN-2A PK-ZAA     milik Dirgantara Air Services  menabrak gunung Saran, Kalimantan Barat. Kecuali Ny. Nur Intan Fitriani yang lolos dari maut, 10 penumpang dan pilotnya tewas.

18 Juni 1994 Fokker F-27 PK-MFI Merpati Nusantara Airlines yang menabrak lereng Gunung Kalora sekitar empat menit sebelum mendarat di Bandara Mutiara, Palu, Sulawesi Tengah. 5 crew dan 7 penumpang tewas.

4 November 1994 Twin Otter Trigana Air Service menabrak gunung dekat Kebu, Irian Jaya, menewaskan empat penumpangnya.

30 November 1994 F-28 Merpati Nusantara tergelincir di Semarang melukai 77 penumpangnya.

10 Januari 1995 Pesawat  DHC 6 PK-NUK milik Merpati Nusantara hilang ketika melewati Selat Molo, NTB  (dicurigai ledakan pada Compartment Cargo). 4 crew dan  10           penumpang hilang.

9 Agustus 1995 Pesawat HS 748 PK-KHL milik Bouraq Airlines menabrak gunung Kumawa, Kaimana, Irian Jaya.    7 awak dan3 penumpang tewas.

3 Oktober 1995 Sabang Merauke Raya Air Charter kehilangan CASA 212  PK-ZAG yang jatuh di Bakongan Kaimana, Tapak Tuan, Sumatera Utara. 5 cidera dan 1 tewas.

13 Juni 1996 Garuda Indonesia 865, pesawat terbakar setelah overrun akibat aborting take off oleh penerbangnya di Bandara Fukuoka, Jepang saat akan take off menuju Jakarta, Indonesia. 16 cedera dan 3 tewas.

7 Desember 1996 Pesawat C212-200 PK-VSO       milik Dirgantara Air Services jatuh di bandara Wamena, Irian Jaya              setelah take off karena mesin kanan terbakar. 2               crew dan 15 penumpang tewas, pesawat jatuh 2.5 k m barat daya airport dan menimpa sebuah rumah, dua orang tewas didarat.

19-Apr  1997 Pesawat BAe-ATP PK-MTX                milik Merpati Nusantara jatuh saat menjelang landing di Bulu Tumbang, Belitung. 15orang meninggal.

26 September 1997 Garuda Indonesia Penerbangan GA 152 adalah sebuah pesawat Airbus A300-B4 yang jatuh di Desa Buah Nabar, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara, Indonesia (sekitar 32 km dari bandara dan 45 km dari kota Medan) saat hendak mendarat di Bandara Polonia Medan pada 26 September 1997. Kecelakaan ini menewaskan seluruh penumpangnya yang berjumlah 222 orang dan 12 awak dan hingga kini merupakan kecelakaan pesawat terbesar dalam sejarah Indonesia.

Pesawat tersebut sedang dalam perjalanan dari Jakarta ke Medan dan telah bersiap untuk mendarat. Menara pengawas Bandara Polonia kehilangan hubungan dengan pesawat sekitar pukul 13.30 WIB. Saat terjadinya peristiwa tersebut, kota Medan sedang diselimuti asap tebal dari kebakaran hutan. Ketebalan asap menyebabkan jangkauan pandang pilot sangat terbatas dan cuma mengandalkan tuntunan dari menara kontrol Polonia, namun kesalahmengertian komunikasi antara menara kontrol dengan pilot menyebabkan pesawat mengambil arah yang salah dan menabrak tebing gunung.

Dari seluruh korban tewas, ada 44 mayat korban yang tidak bisa dikenali yang selanjutnya dimakamkan di Monumen Membramo, Medan. Di antara korban jiwa, selain warga Indonesia, tercatat pula penumpang berkewarganegaraan AS, Belanda dan Jepang.

19 Desember 1997 SilkAir Penerbangan 185 adalah layanan penerbangan komersial rutin maskapai penerbangan SilkAir dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, Indonesia ke Bandara Changi, Singapura. Pada tanggal 19 Desember 1997, sekitar pukul 16:13 WIB, pesawat Boeing 737-300 yang melayani rute ini mengalami kecelakaan jatuh di atas Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan. Seluruh 104 orang yang ada di dalamnya (97 penumpang dan 7 awak kabin) tewas, termasuk pilot Tsu Way Ming dan kopilot Duncan Ward.

14 Januari 2002 Lion Air Penerbangan JT-386 adalah sebuah penerbangan Lion Air dengan pesawat Boeing 737-200 yang jatuh setelah lepas landas di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, Indonesia pada tanggal 14 Januari 2002. Saat itu pesawat sedang menuju Batam. Tidak ada korban jiwa. Pesawat mengalami kerusakan pada sayap bagian kanan.

16 Januari 2002 Garuda Indonesia Penerbangan 421 merupakan pesawat Boeing 737 yang menerbangi jalur Mataram-Yogyakarta-Jakarta. Pada 16 Januari 2002, pesawat melakukan pendaratan darurat di Bengawan Solo. Kecelakaan ini mengakibatkan seorang pramugari tewas dan melukai 12 penumpang lainnya. Kecelakaan itu terjadi pada pukul 15:05 WIB. Alasan utama kecelakaan pesawat ini ialah karena dalam keadaan cuaca badai dan mengalami kerusakan mesin. Akibatnya pilot terpaksa mendarat darurat di sungai.

25 Mei 2002 Pesawat DHC 6 milik Trigana Air Service, yang terbang dari Wamena menuju Enarotali jatuh dipegunungan di Papua. 2 crew dan 4 penumpang tewas.

3 Juli 2004 Lion Air Penerbangan 332 di Palembang

30 November 2004 Pesawat MD-82 milik Lion Air dengan kode penerbangan JT 538 tergelincir saat melakukan pendaratan di Bandara Adisumarmo di Solo dan menewaskan 26 orang. Pesawat tersebut lepas landas dari Jakarta dengan tujuan Surabaya (transit di Solo) pada pukul 17.00 WIB sambil membawa 146 penumpang. Menurut penuturan salah seorang penumpang, cuaca pada saat keberangkatan sudah buruk karena adanya hujan besar disertai petir. Saat pendaratan pada sekitar pukul 18.15 WIB, menurutnya, pesawat terasa seperti tidak dapat dihentikan dan akhirnya masuk ke sawah di bandara sebelum akhirnya berhenti di dekat kuburan. Pesawat tersebut patah di tengah, tepatnya di bagian tulisan ‘Lion’ pada badan pesawat. Beberapa pengurus NU, termasuk Ketua Komisi VIII DPR, KH Yunus Muhammad, juga termasuk penumpang yang meninggal.

Berdasarkan hasil investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), penyebab kecelakaan adalah karena landasan pacu yang tergenar air atau peristiwa yang dikenal sebagai hydroplanning sehingga pesawat tergelincir dan tidak dapat dikendalikan.

5 September 2005 sebuah Boeing 737 milik Mandala Airlines dengan nomor penerbangan RI 091 jenis Boeing 737-200, jatuh di tengah jalan raya di Jalan Jamin Ginting, Padang Bulan, Medan, satu menit setelah lepas landas. Menelan korban 145 orang tewas termasuk Gubernur Sumut Rizal Nurdin.

10 Januari 2005 Lion Air Penerbangan 789 gagal lepas landas dari Kendari, Sulawesi Tenggara.

15 Februari 2005 Lion Air Penerbangan 1641 terperosok di Bandara Selaparang, Mataram, NTB.

5 September 2005 Mandala Airlines Penerbangan RI 091 merupakan sebuah pesawat Boeing 737-200 milik Mandala Airlines yang jatuh di kawasan Padang Bulan

4 Maret 2006 Lion Air Penerbangan IW 8987 dari Denpasar – Surabaya yang membawa 156 orang tergelincir saat mendarat di Bandara Juanda karena cuaca buruk, semua penumpang selamat.

5 Mei 2006 Batavia Air Penerbangan 843 jurusan Jakarta – Ujung Pandang – Merauke setelah beberapa saat mengudara pilot meminta balik ke bandara, pada saat mendarat ban pecah dan pesawat tergelincir di landasan pacu Bandara Soekarno Hatta, 127 penumpang selamat, 4 orang luka-luka.

5 Mei 2006 Pesawat Twin Otter milik Trigana Air Service dengan 9 penumpang pejabat pemerintah daerah Puncak Jaya, Papua dan 3 awak jatuh dan menewaskan semua penumpangnya. Pesawat diduga menabrak dinding gunung.

1 Januari 2007 Adam Air Penerbangan KI-574 adalah sebuah penerbangan domestik terjadwal Adam Air jurusan Surabaya-Manado, yang sebelum transit di Surabaya berasal dari Jakarta, yang hilang dalam penerbangan. Kotak hitam ditemukan di kedalaman 2000 meter pada 28 Agustus 2007. Seluruh penumpang dan awak yang berjumlah 102 hilang dan dianggap tewas. Pada 25 Maret 2008, penyebab kecelakaan seperti yang diumumkan oleh Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) adalah cuaca buruk, kerusakan pada alat bantu navigasi Inertial Reference System (IRS), dan kegagalan kinerja pilot dalam menghadapi situasi darurat.

7 Januari 2007 Batavia Air Penerbangan 524 dengan tujuan Jakarta dan membawa 135 penumpang dan 3 bayi gagal lepas landas dari Bandara Depati Amir, Pangkalpinang karena kerusakan di roda ketika pesawat bergerak di landasan pacu. Akibatnya pesawat berjalan oleng.

17 Januari 2007 Mandala Airlines Penerbangan 660 tujuan Jakarta-Makassar-Ambon terpaksa kembali ke Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng. Pesawat ini sempat mengudara 30 menit namun kemudian diketahui mengalami kerusakan roda.

17 Januari 2007 Batavia Air Boeing 737-400 rute Manado-Balikpapan-Jakarta dengan 147 penumpang dengan empat pramugari gagal melanjutkan perjalanan karena satu roda pesawat rusak.

21 Februari 2007 Adam Air Penerbangan KI 172

7 Maret 2007 Garuda Indonesia Penerbangan GA-200 adalah sebuah penerbangan dari maskapai penerbangan Garuda Indonesia jurusan Jakarta-Yogyakarta, yang meledak ketika terperosok saat melakukan pendaratan

23 Maret 2007 Merpati Nusantara Airlines Boeing 737-300 pecah kaca depannya dalam penerbangan dari Denpasar ke Kupang. Pesawat dengan 96 penumpang mendarat dengan selamat

19 April 2007 Trigana Air Fokker 27 melakukan pendaratan darurat di ujung bandara Wamena, Papua, setelah salah satu bannya pecah. Tak ada korban yang jatuh.

29 Oktober 2003 Helikopter Sikorsky S-58 jenis Twinpac dengan nomor H-3408 milik TNI Angkatan Udara jatuh di areal kebun kacang dan tanaman singkong di dalam pangkalan udara militer Atang Sanjaya, Bogor. Pangkalan udara ini terletak di kaki Gunung Salak. Tujuh anggota TNI AU, yakni dua penerbang dan lima kru mekanik tewas seketika setelah helikopter buatan Amerika pada 1970 itu terhempas.

20 Juni 2004 Pesawat Cessna 185 Skywagon jatuh di Danau Lido, Cijeruk, Bogor. Atlet terjun payung bernama Edy Cristiono tewas dalam peristiwa itu.

26 Juni 2008 Pesawat Cassa TNI AU A212-200 jatuh di kawasan Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat. 18 Penumpang tewas akibat kecelakaan itu.

30 April 2009 Pesawat latih jenis Sundowner jatuh di daerah Tenjo, Bogor, Jawa Barat. Saat itu instruktur penerbang Nicholas Burung meninggal tak lama setelah kejadian, dalam perjalanan ke rumah sakit.

12 Juni 2009 Kecelakaan pesawat TNI kembali terjadi. Heli Puma milik TNI AU jatuh di kawasan Lanud Atang Sendjaja, Bogor. Dalam kecelakaan tersebut, 2 tentara mekanik tewas, sedangkan pilot Mayor (pnb) Sobic Fanani dan kopilot Lettu Wisnu, serta tiga anggota TNI lainnya mengalami luka.

9 Mei 2012 Pesawat Sukhoi Superjet 100 yang sedang melakukan joy flight hilang kontak di kawasan Gunung Salak, Bogor, 9 Mei 2012. Sehari setelahnya dipastikan pesawat buatan Rusia itu jatuh di lereng Gunung Salak. Badan pesawat pecah berkeping-keping. Dalam pesawat tersebut, terdapat 45 penumpang, 8 di antaranya merupakan kru asal Rusia. Semoga evakuasi berjalan lancar dan keluarga korban mendapat kesabaran. Dan selanjutnya, semoga peristiwa jatuhnya pesawat ini tidak terulang kembali. Amin.

22 Juni 2012 Pesawat Fokker-27 milik TNI AU jatuh di RT 11 RW 10 Komplek Rajawali, Jalan Branjangan, Halim, Jakarta, sekitar pukul 14.45 WIB, Kamis, 21 Juni 2012.

Korban Fokker
1. Mayor Heri setiawan
2. Lettu Paulus
3. Letda Ahmad Syahroni
4. Serma Simmulato
5. Kapten Agus
6. Serka Wahyudi
7. Sertu Purwo Adianto
8. Brian, 6 tahun (anak Mayor Yohannes)
9. Raflin, 1 tahun (Keponakan Mayor Yohannes)
10. Pembantu Mayor Yohannes (belum diketahui nama)
Kritis: 1. Martina (Ibu Mayor Yohannes)

Data lain:
- Pesawat mulai latihan pukul 13.10
- Pesawat jatuh sekitar pukul 14.55
- Pesawat menimpa delapan rumah di komplek TNI AU

Tentang Fokker 27:
- Pesawat masuk TNI AU 1977
- Jam terbang sudah 14.936 jam
- Rencana akan diganti CN295
- Mampu mengangkut hingga 40 personil

Pesawat AS-202 Bravo jatuh di Bandung Air Show 2012
kecelakaan pesawat yang berlangsung sekitar pukul 11.38 WIB tadi. Pesawat jatuh sekitar 300-400 meter dari lokasi pertunjukan di Lanud Husein Sastranegara.

About these ads

About Hijaukubumiku

Jangan Pernah berhenti Untuk memperkecil Kerusakan lingkungan Satu Pohon seribu Kehidupan

Diskusi

One thought on “Daftar kecelakaan pesawat di Indonesia

  1. di Nam FlyingSchool pangkal pinang ada indikasi korupsi,insiden pendidikan,accident pesawat,tindak pidana kekerasan bullying(human error cause overconfidance) disebabkan oleh instruktur terbang nam flyingschool pangkal pinang imam mahendra dan kepala sekolah nam flyingschool pangkal pinang bpk soenaryo melakukan tindakan curang,penipuan,pembohongan publik dan penyalahgunaan wewenang(penyakit power sindrom yang sangat membahayakan)tolong diusut tuntas pihak berwajib dan stakeholder serta masyarakat pada umumnya berjaga-jaga senantiasa demi keselamatan,keamanan,dan kemajuan sumber daya pilot di Indonesia. Terimakasih

    Mene’, mene’, Teke’l Ufarsin

    Posted by DR MANDANG MICHAEL | 04/10/2012, 1:46 am

Coretan Dinding

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Coretan Dinding

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 90 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: