Budaya

Mayat Berjalan di Tana Toraja


Cerita mayat berjalan sudah ada sejak dahulu kala. ratusan tahun yang lalu konon terjadi perang saudara di Tana toraja yakni orang Toraja Barat berperang melawan orang Toraja Timur. dalam peperangan tersebut orang Toraja Baratkalah telak karena sebagian besar dari mereka tewas, tetapi pada saat akan pulang ke kampung mereka seluruh mayat orang Toraja Barat berjalan, sedangkan orang Toraja Timur walaupun hanya sedikit yang tewas tetapi mereka menggotong mayat saudara mereka yang mati, karena kejadian tersebut maka peperangan tersebut dianggap seri. pada keturunan selanjutnya orang-orang Toraja sering menguburkan mayatnya dengan cara mayat tersebut berjalan sendiri ke liang kuburnya.

Orang-orang Toraja biasa menjelajah daerahnya yang bergunung-gunung dan banyak jurang hanya dengan berjalan kaki. Dari zaman purba sampai sekarangpun tetap begitu. Mereka tidak mengenal pedati, delman, gerobak dll. Nah dalam perjalanan yang berat itu kemungkinan jatuh sakit dan meninggal selalu ada. Orang Toraja sangat menghormati roh setiap orang yang meninggal, sehingga supaya mayat tidak sampai ditinggal didaerah yang tidak dikenal dan agar tidak menyusahkan manusia lainnya karena pasti sangat tidak mungkin menggotong terus-menerus jenazah sepanjang perjalanan yang makan waktu berhari-hari, maka dengan satu ilmu gaib mungkin sejenis hipnotisme menurut istilah zaman sekarang, mayat tersebut diharuskan pulang dengan berjalan kaki dan baru berhenti bila ia sudah meletakkan badannya di dalam rumahnya sendiri. Bahkan mayat itu bisa tahu arah jalan dan tahu yang mana rumahnya!

Mayat tersebut berjalan dengan kedua kakinya seperti orang hidup. Dari cara berjalannya hampir tidak ada bedanya dengan manusia yang masih hidup, hanya saja sang mayat berjalan kaku dan agak tersentak-sentak seperti robot. Dan dalam perjalanan itu ia tidak bisa sendirian tetapi harus ditemani oleh satu orang hidup yang mengawalnya sampai tiba di rumahnya.

Kendati demikian masih ada pantangannya: mayat yang berjalan itu tidak boleh disentuh, disapa atau diajak berbicara dan juga difoto. Bila ada yang melanggar pantangan tersebut maka mayat tersebut akan terkulai seketika.

Keterangan foto : Sepertinya foto tersebut adalah pada saat awal prosesi, karena bila mayat sedang berjalan merupakan suatu pantangan untuk di foto.

About these ads

About Hijaukubumiku

Jangan Pernah berhenti Untuk memperkecil Kerusakan lingkungan Satu Pohon seribu Kehidupan

Diskusi

2 thoughts on “Mayat Berjalan di Tana Toraja

  1. Ajaib

    Posted by Anonymous | 02/07/2014, 3:22 am

Coretan Dinding

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Coretan Dinding

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 90 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: