Gunung Berapi

Gunung Berapi di Indonesia, Penjelasannya Secara Singkat


    Gunung api atau yang lebih lazim disebut gunung berapi adalah tonjolan yang memiliki ketinggian tertentu pada permukaan tanah/bumi dan masih aktif mengeluarkan letusan-letusan dan mengeluarkan material-material dari dalam bumi. Biasanya letusan gunung berapi juga disertai gempa bumi yang disebut gempa vulkanik. Gunung berapi dan letusannya sudah lama dikenal oleh manusia, ini ditandakan dengan penemuan fosil-fosil tumbuhan,hewan dan manusia yang terkubur oleh batu dan tanah dilereng-lereng gunung berapi yang pernah meletus pada jaman dahulu.

    Letusan gunung berapi merupakan suatu gejala alam yang menakutkan dan sangatlah berbahaya bagi semua mahluk hidu yang berada dilereng gunung tersebut bahkan bagi mahluk hidup yang berada beberapa puluh kilo meter dari gunung tersebut. Dengan mengesampingkan bahaya dari letusannya, sebenarnya gunung berapi juga memberi manfaat yang banyak bagi manusia. Misalnya lahan-lahan pertanian disekitar gunung berapi tersebut dapat menjadi semakin subur akibat abu vulkanik dari letusan gunung tersebut. Selain itu areal disekitar gunung berapi juga memberikan pemandangan yang menakjubkan sebagai tempat berwisata, contohnya digunung bromo.

    Di Indonesia terdapat sekitar 129 buah gunung berapi yang masih aktif dan merentang sepanjang 700 KM mulai dari Aceh (Sumatra), Jawa, Sulawesi (bukit Barisan), Nusa Tenggara dan Maluku dengan luas daerah yang terancam terkena dampak letusan sekitar 16.670 Km2. Penyebaran gunung berapi merata membentuk suatu sabuk gunung berapi yang penyebarannya terdapat:

  • 30 buah di pulau Sumatra
  • 35 buah terdapat di pulau Jawa
  • 30 buah di Bali dan Nusa Tenggara
  • 16 buah di Maluku
  • dan 18 buah di sulawesi

Letusan gunung berapi dapat menyapu pada radius 20 km disekitarnya, sedangkan abu yang dikelurkan dapat terbang hingga ratusan kilo meter searah tiupan angin. Letusan gunung berapi yang dapat mengancam kehidupan dari material yang dikeluarkannya antara lain :

  1. Lava. Lava adalah batuan cair karena suhu yang sangat tinggi (sekitar 1.200 0C) dan mengalir melalui lereng dan dapat mencapai jarak beberapa kilometer dari kawah gunung. Semua benda yang dilalui aliran lava ini dapat hancur, dan aliran lava ini sendiri juga dapat menimbulkan awan panas disertai gas beracun yang mematikan.
  2. Bom gunung api. Bom gunung api adalah material padat atau semi padat dan panas yang berdiameter antara 10 hingga 300 cm yang terlontar ketika gunung berapi meletus dan dapat mencapai jarak 10 km. Benda yang tertimpa bom gunung berapi ini dapat hancur dan terbakar, sering kali dapat menimbulkan kebakaran hutan jika bom gunung berapi ini jatuh di hutan.
  3. Pasir. Pasir adalah lemparan material dari letusan gunung berapi yang lebih kecil dari bom gunung berapi. Ukurannya sekitar 3 mm dan dapat menghancurkan atap rumah karena ketika material ini turun seperti hujan sehingga atap rumah tidak mampu menahan beban dari pasir tersebut. Apabila jatuh di hutan, pasir ini juga dapat merusak dan merontokkan daun pepohonan.
  4. Awan pijar. Awan pijar ini adalah suspensi dari material yang halus yang dihembuskan oleh letusan gunung berapi dan merupakan campuran dari gas dan materi halus. Pada letusan gunung Merapi, awan ini biasa disebut “Wedhus Gembel” dan dapat meluncur dan mencapai jarak 10 km.
  5. Abu gunung berapi dan gas beracun. Abu merupakan lemparan material yang paling halus dari letusan gunung berapi dan pada umumnya suhunya tidak panas. Abu gunung berapi ini dapat terbang terbawa angin beberapa ratus kilo meter dari pusat letusan gunung dan dapat mengganggu penerbangan pesawat, juga berbahaya bagi pernafasan manusia. Sedangkan gas beracun dengan kadar yang terlampau tinggi yang dikeluarkan dari letusan gunung berapi juga dapat mematikan mahluk hidup disekitar lereng gunung tersebut.

Indonesia memiliki banyak sekali gunung berapi, selama ini mereka tertidur hingga hitungan puluhan tahun hingga abad. Tetapi secara serentak, banyak dari gunung-gunung api tersebut kini tiba-tiba menjadi aktif. Seperti gunung Semeru yang semburkan awan panas. Sehingga Pusat Mitigasi dan Vulkanologi terpaksa memberi status siaga, waspada dan awas kepada gunung-gunung berapi tersebut.

Tercatat ada belasan gunung api yang diberi status waspada, dua gunung api berstatus siaga dan satu berstatus awas. Dan di posting ini saya berikan daftar sejumlah gunung berapi yang dikelaskan berdasarkan status masing-masing, yang perlu anda ketahui:

Gunung berapi (gunung api) berstatus waspada terdiri dari:

Gunung Kerinci di Jambi,

Gunung Talang di Sumatera Barat,

Gunung Anak Krakatau di Lampung,

Gunung Papandayan di Jawa Barat,

Gunung Dieng di Jawa Tengah,

Gunung Slamet di Jawa Tengah,

Gunung Rinjani di Flores,

Gunung Bromo di Jawa Timur,

Gunung Rokatenda di Flores,

Gunung Soputan di Minahasa,

Gunung Dukuno di Halmahera, dan

Gunung Gamalama di Ternate.

Dan ini adalah gunung berapi dengan status siaga:

Gunung Karangetang di Sulawesi Utara

Gunung Ibu di Halmahera Barat, Maluku Utara.

Dan yang berstatus awas ialah gunung berapi:

Gunung Merapi di Sleman, Yogyakarta.

Semoga memberi manfaat!

 

About these ads

About Hijaukubumiku

Jangan Pernah berhenti Untuk memperkecil Kerusakan lingkungan Satu Pohon seribu Kehidupan

Diskusi

2 thoughts on “Gunung Berapi di Indonesia, Penjelasannya Secara Singkat

  1. Penelitian saya tentang Gunung Merapi. Minta izin copy yaMas…

    Posted by Marchei Riendra | 05/05/2011, 1:35 am

Coretan Dinding

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Coretan Dinding

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 92 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: